Beranda > Biokimia 1 > Mengapa pada Saat Diare Tidak Dianjurkan Minum Susu?

Mengapa pada Saat Diare Tidak Dianjurkan Minum Susu?


Karena pada saat diare kemampuan pencernaan di usus terganggu sehingga jika orang yang diare minum susu dan didalam susu tersebut mengandung yang namanya laktosa (disakarida) yang akan sulit dipecah didalam usus ke dalam bentuk yang sederhana yakni monosakarida. Dengan kata lain, laktosa susah diserap, jadi usus yang “sensitif” akan menganggap laktosa tersebut sebagai “gangguan yang harus disingkirkan” sehingga akan langsung dibuang saja. Jadi dengan minum susu akan memperparah diare yang dialami seseorang.

Pada keadaan normal, tubuh dapat memecah laktosa menjadi gula sederhana dengan bantuan enzim laktase. Enzim laktase yang berfungsi memecah gula susu (laktosa) terdapat di mukosa usus halus. Enzim tersebut bekerja memecah laktosa menjadi monosakarida yang siap untuk diserap oleh tubuh yaitu glukosa dan galaktosa.Apabila ketersediaan laktase tidak mencukupi, laktosa yang terkandung dalam susu tidak akan mengalami proses pencernaan dan akan dipecah oleh bakteri di dalam usus halus. Proses fermentasi yang terjadi dapat menimbulkan gas yang menyebabkan kembung dan rasa sakit di perut. Sedangkan sebagian laktosa yang tidak dicerna akan tetap berada dalam saluran cerna dan tidak terjadi penyerapan air dari feses sehingga penderita akan mengalami diare. Tanpa laktase yang cukup, manusia tidak mampu mencerna laktosa sehingga dapat mengalami gangguan pencernaan seperti sakit perut dan diare yang biasa dikenal dengan intoleransi laktosa.

Intoleransi laktosa berarti bahwa tubuh tidak dapat dengan mudah mencerna laktosa. Laktosa yang tidak dicerna tadi bergerak melalui usus besar (kolon), dapat menyebabkan gejala tidak nyaman seperti sakit perut dan kembung.Intoleransi laktosa terjadi ketika usus kecil tidak cukup membuat enzim yang disebut laktase.
Gejala intoleransi laktosa dapat ringan sampai berat, tergantung pada seberapa banyak laktase yang mampu dibuat oleh tubuh. Gejala biasanya mulai timbul 30 menit sampai 2 jam setelah makan atau minum produk susu. Gejalanya antara lain: kembung, Nyeri perut atau kram perut, suara gemuruh dalam perut, muntah atau diare.
Tidak ada obat untuk intoleransi laktosa, yang terbaik adalah dengan pencegahan : membatasi atau menghindari produk susu. Sekarang tersedia susu dengan laktosa yang rendah atau mengganti susu dengan susu kedelai. Sedangkan gejala intoleransi dapat dengan mudah diatasi dengan obat yang bersifat simptomatik (menghilangkan gejala).

Categories: Biokimia 1 Tag:, , , ,
  1. Belum ada komentar.
  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.